an7.66:9.1 Ada suatu masa, para bhikkhu, ketika setelah berlalunya waktu yang sangat panjang, muncullah matahari ketujuh.
an7.66:9.2 Dengan munculnya matahari ketujuh, para bhikkhu, bumi yang luas ini dan Sineru raja pegunungan menyala, berkobar, menjadi satu bara api.
an7.66:9.3 Dan ketika bumi yang luas ini dan Sineru raja pegunungan terbakar dan menyala, para bhikkhu, api yang ditiup angin mencapai hingga alam brahma.
an7.66:9.4 Ketika Sineru raja pegunungan terbakar, menyala, dan hancur, dikuasai oleh gumpalan api yang besar, para bhikkhu, puncak-puncak gunung setinggi seratus yojana runtuh, setinggi dua ratus yojana, tiga ratus yojana, empat ratus yojana, lima ratus yojana runtuh.
an7.66:9.5 Dan ketika bumi yang luas ini dan Sineru raja pegunungan terbakar dan menyala, para bhikkhu, tidak terlihat abu maupun jelaga.
an7.66:9.6 Seperti halnya, para bhikkhu, ketika ghee atau minyak terbakar dan menyala, tidak terlihat abu maupun jelaga;
an7.66:9.7 demikian pula, para bhikkhu, ketika bumi yang luas ini dan Sineru raja pegunungan terbakar dan menyala, tidak terlihat abu maupun jelaga.
an7.66:9.8 Demikianlah tidak kekalnya, para bhikkhu, segala bentukan;
an7.66:9.9 demikianlah tidak stabilnya, para bhikkhu, segala bentukan;
an7.66:9.10 demikianlah tidak dapat diandalkannya, para bhikkhu, segala bentukan.
an7.66:9.11 Oleh karena itu, para bhikkhu, cukuplah untuk merasa jijik terhadap segala bentukan, cukuplah untuk melepaskan nafsu, cukuplah untuk terbebaskan.

