an7.66:2.1 “Mendicants, conditions are impermanent.
an7.66:2.2 Conditions are unstable.
an7.66:2.3 Conditions are unreliable.
an7.66:2.4 This is quite enough for you to become disillusioned, dispassionate, and freed regarding all conditions.
Sattasūriyasutta: Tujuh Matahari
Sutta ini mengajak kita merenungkan skala kehancuran alam semesta yang luar biasa, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melihat dengan jernih bahwa apa pun yang terbentuk pasti akan hancur. Dari perenungan ini, kita diajak untuk memahami apa arti kebebasan sejati yang melampaui segala pencapaian duniawi maupun surgawi.
Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu tentang ketidakkekalan segala bentukan (saṅkhārā) melalui gambaran kosmik tentang kemunculan tujuh matahari secara bertahap yang mengeringkan, membakar, dan menghancurkan bumi hingga Gunung Sineru. Ia kemudian membandingkan dengan kisah guru Sunetta yang, meskipun mencapai pencapaian luhur melalui cinta kasih, tetap tidak terbebas dari kelahiran, penuaan, dan kematian karena tidak memahami empat hal mulia: moralitas, konsentrasi, kebijaksanaan, dan kebebasan.
an7.66:2.1 “Mendicants, conditions are impermanent.
an7.66:2.2 Conditions are unstable.
an7.66:2.3 Conditions are unreliable.
an7.66:2.4 This is quite enough for you to become disillusioned, dispassionate, and freed regarding all conditions.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.