Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.61
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menawarkan panduan praktis yang sangat konkret untuk salah satu tantangan paling umum dalam meditasi: kantuk. Perhatikan bagaimana Buddha memberikan solusi bertahap, dari yang paling halus hingga yang paling fisik, sebelum beralih ke nasihat yang lebih luas tentang kehidupan seorang bhikkhu.
Sang Buddha melihat Yang Mulia Mahāmoggallāna mengantuk saat bermeditasi, lalu muncul di hadapannya dan memberikan tujuh cara bertahap untuk mengatasi kantuk—mulai dari mengalihkan perhatian, merenungkan Dhamma, hingga akhirnya tidur dengan postur singa. Setelah itu, Buddha memberikan nasihat tambahan tentang sikap yang benar saat mendatangi keluarga dan menghindari perdebatan, sebelum menjelaskan secara ringkas tentang bhikkhu yang terbebas melalui padamnya nafsu keinginan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.61:13.5 they directly know all things. Directly knowing all things, they completely understand all things. Completely understanding all things, when they experience any kind of feeling—pleasant, unpleasant, or neutral—
an7.61:13.6 they meditate observing impermanence, dispassion, cessation, and letting go in those feelings.
an7.61:13.7 Meditating in this way, they don’t grasp at anything in the world.
an7.61:13.8 Not grasping, they’re not anxious. Not being anxious, they personally become extinguished.
an7.61:13.9 They understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’
an7.61:13.10 That’s how I briefly define a mendicant who is freed through the ending of craving, who has reached the ultimate end, the ultimate sanctuary from the yoke, the ultimate spiritual life, the ultimate goal, and is best among gods and humans.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.