an7.49:9.1 Jika, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu sering berdiam dengan pikiran yang diperkuat oleh persepsi tentang ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, pikirannya tetap terhubung dengan hal-hal duniawi yang memikat dan ketidakjijikan menjadi kokoh;
an7.49:9.2 maka para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui hal ini: ‘Persepsi tentang ketidakpuasan terhadap seluruh dunia belum kukembangkan dengan baik; bagiku tidak ada kemajuan dari sebelumnya ke sesudahnya; kekuatan pengembangan belum kucapai.’
an7.49:9.3 Demikianlah ia menjadi penuh kesadaran di sana.
an7.49:9.4 Tetapi jika, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu sering berdiam dengan pikiran yang diperkuat oleh persepsi tentang ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, pikirannya menarik diri … keseimbangan batin atau kejijikan menjadi kokoh;
an7.49:9.5 maka para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui hal ini: ‘Persepsi tentang ketidakpuasan terhadap seluruh dunia telah kukembangkan dengan baik; bagiku ada kemajuan dari sebelumnya ke sesudahnya; kekuatan pengembangan telah kucapai.’
an7.49:9.6 Demikianlah ia menjadi penuh kesadaran di sana.
an7.49:9.7 ‘Persepsi tentang ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, para bhikkhu, jika dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang, akan membuahkan hasil besar, bermanfaat besar, berakar pada tanpa-kematian, dan berakhir pada tanpa-kematian.’
an7.49:9.8 Itulah yang Kukatakan, dan inilah alasannya Aku mengatakannya.
