an7.49:3.1 Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu sering berdiam dengan pikiran yang diperkuat oleh persepsi tentang ketidak-menarikan, tetapi pikirannya masih tertarik pada perbuatan seksual dan tidak merasa jijik,
an7.49:3.2 maka bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi tentang ketidak-menarikan belum kukembangkan. Aku tidak memiliki kemajuan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Aku belum mencapai kekuatan pengembangan.’
an7.49:3.3 Demikianlah ia menyadari keadaan itu.
an7.49:3.4 Tetapi, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu sering berdiam dengan pikiran yang diperkuat oleh persepsi tentang ketidak-menarikan, dan pikirannya menarik diri, mengerut, dan berpaling dari perbuatan seksual; ia tidak menyebar ke dalamnya. Keseimbangan atau kejijikan menjadi kokoh,
an7.49:3.5 maka bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi tentang ketidak-menarikan telah kukembangkan dengan baik. Aku telah mencapai kemajuan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Aku telah mencapai kekuatan pengembangan.’
an7.49:3.6 Demikianlah ia menyadari keadaan itu.
an7.49:3.7 ‘Ketika persepsi tentang ketidak-menarikan dikembangkan dan dilatih, ia menghasilkan buah yang besar dan manfaat yang besar. Ia berakar pada tanpa-kematian dan berpuncak pada tanpa-kematian.’
an7.49:3.8 Demikianlah dikatakan, dan atas dasar inilah hal itu dikatakan.
