an7.49:13.1 Jika, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan pikiran yang sering diresapi oleh persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, persepsi bahaya yang mendalam terhadap kemalasan, kelambanan, kelonggaran, kelalaian, kurangnya ketekunan, dan kurangnya perenungan tidak menjadi kokoh, bagaikan seorang pembunuh yang mengangkat pedang.
an7.49:13.2 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan belum kukembangkan, tidak ada bagiku kemajuan dari yang sebelumnya, kekuatan pengembangan belum kucapai.’
an7.49:13.3 Demikianlah ia menjadi bijaksana dalam hal itu.
an7.49:13.4 Tetapi jika, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan pikiran yang sering diresapi oleh persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, persepsi bahaya yang mendalam terhadap kemalasan, kelambanan, kelonggaran, kelalaian, kurangnya ketekunan, dan kurangnya perenungan menjadi kokoh, bagaikan seorang pembunuh yang mengangkat pedang.
an7.49:13.5 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus mengetahui: ‘Persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan telah kukembangkan dengan baik, ada bagiku kemajuan dari yang sebelumnya, kekuatan pengembangan telah kucapai.’
an7.49:13.6 Demikianlah ia menjadi bijaksana dalam hal itu.
an7.49:13.7 ‘Persepsi penderitaan dalam ketidak-kekalan, para bhikkhu, yang dikembangkan dan dilatih secara berulang-ulang, membawa buah besar, manfaat besar, berakar pada tanpa-kematian, dan berakhir pada tanpa-kematian.’
an7.49:13.8 Demikianlah yang telah Kukatakan, dan inilah alasannya Aku mengatakannya.
