Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Kekuatan Secara Ringkas
Sutta ini menawarkan daftar tujuh kualitas batin yang saling melengkapi. Renungkan bagaimana masing-masing kekuatan ini berperan dalam kehidupan spiritual, dan bagaimana keseluruhannya membentuk fondasi menuju kebebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu tentang tujuh kekuatan yang harus dikembangkan: keyakinan, usaha, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, perhatian, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Beliau menegaskan bahwa dengan kekuatan-kekuatan ini, seorang bhikkhu yang bijaksana dapat hidup bahagia dan mencapai pembebasan batin, bagaikan pelita yang padam.
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme …pe…
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika. …
At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery. …
sattimāni, bhikkhave, balāni.
“Para bhikkhu, ada tujuh kekuatan ini.
“Mendicants, there are these seven powers.
Katamāni satta?
Apakah tujuh itu?
What seven?
Saddhābalaṁ, vīriyabalaṁ, hirībalaṁ, ottappabalaṁ, satibalaṁ, samādhibalaṁ, paññābalaṁ.
Kekuatan keyakinan, kekuatan usaha, kekuatan rasa malu, kekuatan rasa takut akan akibat buruk, kekuatan perhatian, kekuatan konsentrasi, dan kekuatan kebijaksanaan.
The powers of faith, energy, conscience, prudence, mindfulness, immersion, and wisdom.
Imāni kho, bhikkhave, satta balānīti.
Inilah, para bhikkhu, ketujuh kekuatan itu.”
These are the seven powers.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.