an7.16:2.1 Next, take an individual who meditates observing impermanence in all conditions.
an7.16:2.2 Their defilements and their life come to an end at exactly the same time.
an7.16:2.3 This is the second individual.
Sutta tentang Mengamati Ketidak-kekalan
Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa berharganya praktik kontemplasi ketidak-kekalan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan tingkatan-tingkatan pencerahan yang dapat dicapai melalui pengamatan yang tekun terhadap fenomena yang berubah-ubah.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tujuh jenis individu yang layak menerima persembahan dan merupakan ladang jasa terbaik di dunia. Ketujuh individu tersebut adalah mereka yang dengan tekun mengamati ketidak-kekalan dalam segala fenomena terkondisi, dan mencapai berbagai tingkat pencerahan, mulai dari arahat hingga mereka yang akan terlahir kembali di alam Akaniṭṭha.
an7.16:2.1 Next, take an individual who meditates observing impermanence in all conditions.
an7.16:2.2 Their defilements and their life come to an end at exactly the same time.
an7.16:2.3 This is the second individual.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.