Kathañca, bhikkhave, puggalo sakiṁ nimuggo nimuggova hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang yang tenggelam sekali dan tetap tenggelam?
And what kind of individual sinks under once and stays under?
Perumpamaan Air
Mari kita renungkan perumpamaan air ini sebagai cermin untuk melihat di mana kita berada dalam perjalanan spiritual. Sutta ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri tentang kondisi batin kita dan terinspirasi untuk terus berusaha maju, tidak peduli dari titik mana kita memulai.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tujuh perumpamaan tentang orang-orang yang berada di dalam air untuk menggambarkan tujuh jenis individu di dunia. Perumpamaan ini menunjukkan tingkatan kemajuan spiritual, mulai dari mereka yang tenggelam dalam kegelapan batin hingga mereka yang telah menyeberang dan mencapai pantai seberang, yaitu kebebasan total.
Kathañca, bhikkhave, puggalo sakiṁ nimuggo nimuggova hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang yang tenggelam sekali dan tetap tenggelam?
And what kind of individual sinks under once and stays under?
Idha, bhikkhave, ekacco puggalo samannāgato hoti ekantakāḷakehi akusalehi dhammehi.
Di sini, para bhikkhu, seseorang memiliki kualitas-kualitas yang tidak baik yang sepenuhnya gelap.
It’s the kind of individual who has absolutely dark, unskillful qualities.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo sakiṁ nimuggo nimuggova hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang tenggelam sekali dan tetap tenggelam.
This kind of individual sinks under once and stays under.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.