“Chayimāni, bhikkhave, anuttariyāni.
“Para bhikkhu, ada enam hal yang tak tertandingi ini.
“Mendicants, these six things are unsurpassable.
Yang Tak Tertandingi
Sutta ini sangat singkat namun sarat makna. Mari kita renungkan enam hal yang tak tertandingi ini sebagai panduan untuk memperdalam praktik dan penghormatan kita terhadap Dhamma.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu tentang enam hal yang tak tertandingi (anuttariya), yaitu penglihatan, pendengaran, perolehan, pelatihan, pelayanan, dan pengingatan yang tak tertandingi. Sutta ini sangat ringkas, hanya berupa daftar enam kualitas utama yang menjadi panduan bagi praktik spiritual.
“Chayimāni, bhikkhave, anuttariyāni.
“Para bhikkhu, ada enam hal yang tak tertandingi ini.
“Mendicants, these six things are unsurpassable.
Katamāni cha?
Apakah enam itu?
What six?
Dassanānuttariyaṁ, savanānuttariyaṁ, lābhānuttariyaṁ, sikkhānuttariyaṁ, pāricariyānuttariyaṁ, anussatānuttariyaṁ.
Penglihatan yang tak tertandingi, pendengaran yang tak tertandingi, perolehan yang tak tertandingi, pelatihan yang tak tertandingi, pelayanan yang tak tertandingi, dan pengingatan yang tak tertandingi.
The unsurpassable seeing, listening, acquisition, training, service, and recollection.
Imāni kho, bhikkhave, cha anuttariyānī”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah enam hal yang tak tertandingi.”
These are the six unsurpassable things.”
Aṭṭhamaṁ.
Yang kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.