‹
AN 6.7

Tatiyaājānīyasutta

Kuda Murni (Ke-3)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.7

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan yang indah tentang kuda jantan murni untuk menggambarkan kualitas seorang bhikkhu. Mari kita renungkan bagaimana ketahanan terhadap rangsangan indria menjadi tolok ukur kelayakan menerima persembahan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan perumpamaan tentang seekor kuda jantan murni milik raja yang memiliki enam faktor, yaitu mampu menahan bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan memiliki kecepatan. Demikian pula, seorang bhikkhu yang memiliki enam kualitas—mampu menahan bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan, dan fenomena batin—adalah layak menerima persembahan, layak menerima keramahan, layak menerima dana keagamaan, layak menerima penghormatan, dan merupakan ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an6.7:1.1 “Chahi, bhikkhave, aṅgehi samannāgato rañño bhadro assājānīyo rājāraho hoti rājabhoggo, rañño aṅgantveva saṅkhaṁ gacchati.

an6.7:1.3 Idha, bhikkhave, rañño bhadro assājānīyo khamo hoti rūpānaṁ, khamo saddānaṁ, khamo gandhānaṁ, khamo rasānaṁ, khamo phoṭṭhabbānaṁ, javasampanno ca hoti.

an6.7:1.4 Imehi kho, bhikkhave, chahi aṅgehi samannāgato rañño bhadro assājānīyo rājāraho hoti rājabhoggo, rañño aṅgantveva saṅkhaṁ gacchati.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.