Sutta Jhāna Kedua
Sutta ini sangat ringkas namun padat. Saat membacanya, perhatikan bagaimana Sang Buddha menyusun ajaran secara paralel: pertama tentang hal-hal yang menghalangi, kemudian tentang hal-hal yang harus ditinggalkan. Ini adalah salah satu dari banyak sutta pendek dalam Aṅguttara Nikāya yang menekankan praktik langsung.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa untuk dapat masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, seseorang harus meninggalkan enam kualitas tidak bermanfaat: pikiran indrawi, pikiran berniat jahat, pikiran mencelakakan, serta persepsi indrawi, persepsi berniat jahat, dan persepsi mencelakakan. Sebaliknya, dengan meninggalkan keenam hal ini, seseorang menjadi mampu mencapai jhāna pertama. Sutta ini menegaskan pentingnya pemurnian batin sebagai prasyarat untuk mencapai konsentrasi mendalam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.