Cha, bhikkhave, dhamme pahāya bhabbo arahattaṁ sacchikātuṁ.
Para bhikkhu, setelah meninggalkan enam hal, seseorang mampu merealisasikan kesempurnaan.
After giving up six things you can realize perfection.
Kesempurnaan
Sutta ini sangat singkat namun padat. Mari kita renungkan enam rintangan yang disebutkan—apakah kita mengenalinya dalam praktik kita sendiri? Dengan memahami hal-hal yang perlu dilepaskan, kita dapat mengarahkan usaha kita menuju pembebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa tanpa meninggalkan enam hal—kemalasan, kantuk, kegelisahan, penyesalan, kurang keyakinan, dan kelengahan—seseorang tidak akan mampu merealisasikan kesempurnaan (Arahatta). Sebaliknya, dengan meninggalkan keenam hal tersebut, realisasi kesempurnaan menjadi mungkin. Ajaran ini disampaikan secara ringkas dan langsung, menekankan pentingnya melepaskan rintangan batin untuk mencapai tujuan tertinggi.
Cha, bhikkhave, dhamme pahāya bhabbo arahattaṁ sacchikātuṁ.
Para bhikkhu, setelah meninggalkan enam hal, seseorang mampu merealisasikan kesempurnaan.
After giving up six things you can realize perfection.
Katame cha?
Apakah enam itu?
What six?
Thinaṁ, middhaṁ, uddhaccaṁ, kukkuccaṁ, assaddhiyaṁ, pamādaṁ—
Kemalasan, kantuk, kegelisahan, penyesalan, kurang keyakinan, dan kelengahan—
Dullness, drowsiness, restlessness, remorse, lack of faith, and negligence.
ime kho, bhikkhave, cha dhamme pahāya bhabbo arahattaṁ sacchikātun”ti.
Setelah meninggalkan keenam hal ini, para bhikkhu, seseorang mampu merealisasikan kesempurnaan.”
After giving up these six things you can realize perfection.”
Dutiyaṁ.
Kedua.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.