an6.64:4.1 Selanjutnya, para bhikkhu, Tathāgata mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran; banyak kappa dunia yang menyusut, banyak kappa dunia yang mengembang, banyak kappa dunia yang menyusut dan mengembang. Beliau mengingat: ‘Di sana aku bernama demikian, berasal dari klan demikian, berpenampilan demikian, dan itulah makananku. Demikianlah aku merasakan suka dan duka, dan demikianlah akhir hidupku. Setelah meninggal dunia dari tempat itu, aku terlahir kembali di tempat lain. Di sana pun aku bernama demikian, berasal dari klan demikian, berpenampilan demikian, dan itulah makananku. Demikianlah aku merasakan suka dan duka, dan demikianlah akhir hidupku. Setelah meninggal dunia dari tempat itu, aku terlahir kembali di sini.’ Demikianlah Beliau mengingat berbagai kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan rinciannya.
an6.64:4.2 Karena Beliau benar-benar mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran … beserta ciri-ciri dan rinciannya, para bhikkhu, inilah kekuatan Tathāgata. Dengan bersandar pada kekuatan ini, Tathāgata mengaku tempat yang agung, mengaumkan auman singa di tengah kumpulan, dan memutar roda Brahma.
