Katamā ca, bhikkhave, dukkhassa vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman penderitaan itu?
And what is the disparity of suffering?
Sutta Penembus
Sutta ini adalah sebuah peta jalan yang sistematis. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha membedah enam fondasi pengalaman kita—dari kenikmatan indria hingga penderitaan—dengan kerangka yang sama, untuk melihat bagaimana pemahaman yang mendalam menjadi kunci pembebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang 'penjelasan Dhamma yang menembus' (nibbedhikapariyāya). Beliau menguraikan enam hal mendasar—kenikmatan indria, perasaan, persepsi, noda batin, perbuatan, dan penderitaan—masing-masing dengan enam aspek: harus dipahami, sumbernya, keragamannya, akibatnya, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya. Penjelasan ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam atas keenam hal ini mengarah pada kehidupan spiritual yang menembus, yang berpuncak pada lenyapnya penderitaan.
Katamā ca, bhikkhave, dukkhassa vemattatā?
Dan apakah, para bhikkhu, keragaman penderitaan itu?
And what is the disparity of suffering?
Atthi, bhikkhave, dukkhaṁ adhimattaṁ, atthi parittaṁ, atthi dandhavirāgi, atthi khippavirāgi.
Ada, para bhikkhu, penderitaan yang berat, ada yang ringan, ada yang lambat surutnya, ada yang cepat surutnya.
There is suffering that is severe, mild, slow to fade, and quick to fade.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, dukkhassa vemattatā.
Ini disebut, para bhikkhu, keragaman penderitaan.
This is called the disparity of suffering.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.