an6.63:8.1 ‘Para bhikkhu, kenikmatan indria harus dipahami, sumber munculnya kenikmatan indria harus dipahami, keragaman kenikmatan indria harus dipahami, akibat dari kenikmatan indria harus dipahami, lenyapnya kenikmatan indria harus dipahami, dan jalan menuju lenyapnya kenikmatan indria harus dipahami.’ Demikianlah dikatakan.
an6.63:8.2 Tetapi mengapa hal ini dikatakan?
an6.63:8.3 Para bhikkhu, ada lima jenis kenikmatan indria ini—
an6.63:8.4 bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata, yang disukai, diinginkan, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan kenikmatan indria, dan menggoda.
an6.63:8.5 suara-suara yang dikenali oleh telinga …
an6.63:8.6 bau-bauan yang dikenali oleh hidung …
an6.63:8.7 Rasa yang dikenali oleh lidah …
an6.63:8.8 Sentuhan yang dikenali oleh badan, yang disukai, diingini, menyenangkan, meresapkan nafsu, dan menggugah.
an6.63:8.9 Akan tetapi, para bhikkhu, ini bukanlah kenikmatan indria. Dalam disiplin Yang Mulia, hal-hal ini disebut ‘jenis-jenis rangsangan indria’.
an6.63:8.10 Niat yang penuh nafsu adalah kenikmatan indria seseorang,
an6.63:8.11 Bukan hal-hal indah di dunia ini yang merupakan kenikmatan indria;
an6.63:8.12 Niat yang penuh nafsu adalah kenikmatan indria seseorang,
an6.63:8.13 Hal-hal indah di dunia tetap sebagaimana adanya,
an6.63:8.14 tetapi orang yang bijaksana melenyapkan keinginan terhadapnya.
