an6.60:8.1 Dan ada seseorang yang, dengan tidak memperhatikan segala tanda, mencapai dan berdiam dalam konsentrasi batin tanpa tanda.
an6.60:8.2 Ia berpikir, ‘Aku mencapai konsentrasi batin tanpa tanda!’ lalu ia bergaul erat dengan para bhikkhu, bhikkhuni, umat awam laki-laki, umat awam perempuan, para raja, para menteri raja, para pengikut sekte lain, dan para siswa sekte lain.
an6.60:8.3 Ketika ia bergaul erat, menjadi akrab, longgar, dan gemar berbincang-bincang, maka nafsu menguasai pikirannya.
an6.60:8.4 Dengan pikiran yang dikuasai nafsu itu, ia melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.
an6.60:8.5 Misalnya, sahabat, seorang raja atau menteri raja, yang sedang menempuh perjalanan dengan pasukan empat angkatan, tiba di suatu hutan dan bermalam di sana.
an6.60:8.6 Di sana, karena suara gajah, kuda, kereta, prajurit, serta suara genderang, tambur, trompet, dan simbal, suara jangkrik menjadi hilang.
an6.60:8.7 Jika seseorang berkata: ‘Sekarang suara jangkrik tidak akan pernah terdengar lagi di hutan ini,’ apakah, sahabat, orang yang berkata demikian itu berkata dengan benar?”
an6.60:8.8 “Tidak, sahabat.”
an6.60:8.9 “Ada kemungkinan, sahabat, bahwa raja atau menteri raja itu akan meninggalkan hutan tersebut, dan kemudian suara jangkrik akan terdengar lagi di sana.”
an6.60:8.10 Demikian pula, sahabat, ada seseorang yang, dengan tidak memperhatikan segala tanda, mencapai dan berdiam dalam konsentrasi batin tanpa tanda …
an6.60:8.11 Ia berpikir, ‘Aku mencapai konsentrasi batin tanpa tanda!’ lalu ia bergaul erat dengan para bhikkhu, bhikkhuni, umat awam laki-laki, umat awam perempuan, para raja, para menteri raja, para pengikut sekte lain, dan para siswa sekte lain.
an6.60:8.12 Ketika ia bergaul erat, menjadi akrab, longgar, dan gemar berbincang-bincang, maka nafsu menguasai pikirannya.
an6.60:8.13 Dengan pikiran yang dikuasai nafsu itu, ia melepaskan latihan dan kembali ke kehidupan rendah.”

