‹
AN 6.59

Dārukammikasutta

Khotbah tentang Dārukammika

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.59

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai orang lain dan di mana kita menaruh keyakinan. Mari kita simak percakapan antara Buddha dan seorang perumah tangga yang memiliki kebiasaan berdana yang selektif.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Perumah tangga Dārukammika mengunjungi Buddha di rumah bata di Ñātika dan menceritakan bahwa keluarganya hanya memberikan dana kepada bhikkhu tertentu—mereka yang berdiam di hutan, hidup dari pindapata, dan mengenakan jubah kain buangan, baik yang telah menjadi arahat maupun yang sedang menempuh jalan menuju arahat. Buddha menanggapinya dengan menjelaskan bahwa sulit bagi seorang perumah tangga untuk mengetahui siapa yang telah mencapai pencerahan, dan bahwa penilaian terhadap seorang bhikkhu seharusnya didasarkan pada kualitas batinnya, bukan pada gaya hidupnya. Buddha kemudian menasihati Dārukammika untuk memberikan dana kepada Saṅgha secara keseluruhan, karena hal itu akan membawa pikiran menjadi jernih dan mengarah pada kelahiran kembali di alam surga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.59:3.1

Āraññiko cepi, gahapati, bhikkhu hoti uddhato unnaḷo capalo mukharo vikiṇṇavāco muṭṭhassati asampajāno asamāhito vibbhantacitto pākatindriyo.

Jika, perumah tangga, seorang bhikkhu yang berdiam di hutan bersifat gelisah, angkuh, plin-plan, banyak bicara, berbicara tidak menentu, tidak memiliki perhatian, tidak memiliki pemahaman jernih, tidak terkonsentrasi, dengan pikiran yang kacau dan indria yang tidak terkendali,

If a mendicant living in the wilderness is haughty, insolent, fickle, scurrilous, loose-tongued, unmindful, lacking situational awareness and immersion, with straying mind and undisciplined faculties,

an6.59:3.2

Evaṁ so tenaṅgena gārayho.

maka dalam hal ini ia patut dicela.

then in this respect they’re reprehensible.

an6.59:3.3

Āraññiko cepi, gahapati, bhikkhu hoti anuddhato anunnaḷo acapalo amukharo avikiṇṇavāco upaṭṭhitassati sampajāno samāhito ekaggacitto saṁvutindriyo.

Jika, perumah tangga, seorang bhikkhu yang berdiam di hutan bersifat tidak gelisah, tidak angkuh, tidak plin-plan, tidak banyak bicara, tidak berbicara tidak menentu, memiliki perhatian yang tegak, memiliki pemahaman jernih, terkonsentrasi, dengan pikiran yang terpusat dan indria yang terkendali,

If a mendicant living in the wilderness is not haughty, insolent, fickle, scurrilous, or loose-tongued, but has established mindfulness, situational awareness and immersion, with unified mind and restrained faculties,

an6.59:3.4

Evaṁ so tenaṅgena pāsaṁso.

maka dalam hal ini ia patut dipuji.

then in this respect they’re praiseworthy.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.