an6.59:5.1 If a mendicant who eats only almsfood is restless …
an6.59:5.2 then in this respect they’re reprehensible.
an6.59:5.3 If a mendicant who eats only almsfood is not restless …
an6.59:5.4 then in this respect they’re praiseworthy.
Khotbah tentang Dārukammika
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai orang lain dan di mana kita menaruh keyakinan. Mari kita simak percakapan antara Buddha dan seorang perumah tangga yang memiliki kebiasaan berdana yang selektif.
Perumah tangga Dārukammika mengunjungi Buddha di rumah bata di Ñātika dan menceritakan bahwa keluarganya hanya memberikan dana kepada bhikkhu tertentu—mereka yang berdiam di hutan, hidup dari pindapata, dan mengenakan jubah kain buangan, baik yang telah menjadi arahat maupun yang sedang menempuh jalan menuju arahat. Buddha menanggapinya dengan menjelaskan bahwa sulit bagi seorang perumah tangga untuk mengetahui siapa yang telah mencapai pencerahan, dan bahwa penilaian terhadap seorang bhikkhu seharusnya didasarkan pada kualitas batinnya, bukan pada gaya hidupnya. Buddha kemudian menasihati Dārukammika untuk memberikan dana kepada Saṅgha secara keseluruhan, karena hal itu akan membawa pikiran menjadi jernih dan mengarah pada kelahiran kembali di alam surga.
an6.59:5.1 If a mendicant who eats only almsfood is restless …
an6.59:5.2 then in this respect they’re reprehensible.
an6.59:5.3 If a mendicant who eats only almsfood is not restless …
an6.59:5.4 then in this respect they’re praiseworthy.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.