Taṇhākkhayādhimuttassa,
Bagi yang bertekad pada akhir nafsu keinginan,
when you’re dedicated to the ending of craving
Khotbah tentang Soṇa
Sutta ini menawarkan nasihat praktis yang relevan bagi siapa pun yang merasa lelah atau frustrasi dalam usaha spiritual. Melalui dialog hangat antara Buddha dan Soṇa, kita diajak merenungkan pentingnya keseimbangan dalam segala hal, dan bagaimana kebebasan sejati membawa ketenangan yang tak tergoyahkan.
Yang Mulia Soṇa, seorang bhikkhu yang sangat bersemangat, merasa frustrasi karena pikirannya belum terbebas dan berniat meninggalkan kehidupan suci untuk kembali menjadi perumah tangga. Buddha, mengetahui pikirannya, menemuinya dan mengajarkan perumpamaan senar kecapi: energi yang terlalu kencang menyebabkan kegelisahan, terlalu kendur menyebabkan kemalasan, dan yang tepat adalah keseimbangan. Setelah mengikuti nasihat ini, Soṇa mencapai kebebasan sempurna dan kemudian menjelaskan kepada Buddha enam hal yang menjadi komitmen seorang Arahant, serta menggambarkan ketenangan batinnya yang tak tergoyahkan bagaikan gunung batu yang kokoh.
Taṇhākkhayādhimuttassa,
Bagi yang bertekad pada akhir nafsu keinginan,
when you’re dedicated to the ending of craving
asammohañca cetaso;
dan kejernihan batin;
and clarity of heart;
Disvā āyatanuppādaṁ,
setelah melihat munculnya indra-indra,
and you’ve seen the arising of the senses,
sammā cittaṁ vimuccati.
batinnya terbebaskan dengan benar.
your mind is rightly freed.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.