an6.55:22.1 Hal-hal yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan,
an6.55:22.2 tidak mengganggu orang yang tidak tergoyahkan;
an6.55:22.3 batinnya kokoh dan terbebaskan,
an6.55:22.4 sambil merenungkan kemunduran segala sesuatu.”
an6.55:22.5 Pertama.
Khotbah tentang Soṇa
Sutta ini menawarkan nasihat praktis yang relevan bagi siapa pun yang merasa lelah atau frustrasi dalam usaha spiritual. Melalui dialog hangat antara Buddha dan Soṇa, kita diajak merenungkan pentingnya keseimbangan dalam segala hal, dan bagaimana kebebasan sejati membawa ketenangan yang tak tergoyahkan.
Yang Mulia Soṇa, seorang bhikkhu yang sangat bersemangat, merasa frustrasi karena pikirannya belum terbebas dan berniat meninggalkan kehidupan suci untuk kembali menjadi perumah tangga. Buddha, mengetahui pikirannya, menemuinya dan mengajarkan perumpamaan senar kecapi: energi yang terlalu kencang menyebabkan kegelisahan, terlalu kendur menyebabkan kemalasan, dan yang tepat adalah keseimbangan. Setelah mengikuti nasihat ini, Soṇa mencapai kebebasan sempurna dan kemudian menjelaskan kepada Buddha enam hal yang menjadi komitmen seorang Arahant, serta menggambarkan ketenangan batinnya yang tak tergoyahkan bagaikan gunung batu yang kokoh.
an6.55:22.1 Hal-hal yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan,
an6.55:22.2 tidak mengganggu orang yang tidak tergoyahkan;
an6.55:22.3 batinnya kokoh dan terbebaskan,
an6.55:22.4 sambil merenungkan kemunduran segala sesuatu.”
an6.55:22.5 Pertama.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.