an6.54:12.1 Kemudian, wahai brahmana Dhammika, Sakka, raja para dewa, mendatangi dewa yang berdiam di pohon banyan raja Suppatiṭṭha itu; setelah mendatanginya, ia berkata kepada dewa itu:
an6.54:12.2 'Mengapa, dewa, engkau berdiri di satu sisi, sedih, berduka, menangis dengan wajah berlinang air mata?'
an6.54:12.3 'Karena, yang mulia, angin badai dan hujan deras datang dan merobohkan serta mencabut sampai ke akar-akarnya tempat tinggalku.'
an6.54:12.4 'Tetapi, dewa, apakah engkau berdiri sesuai dengan kewajiban pohon ketika angin badai dan hujan deras datang dan merobohkan serta mencabut sampai ke akar-akarnya tempat tinggalmu?'
an6.54:12.5 ‘Tetapi, sahabatku, bagaimanakah sebatang pohon berdiri dalam kewajibannya?’
an6.54:12.6 ‘Di sini, dewata, ketika mereka yang membutuhkan akar pohon mengambil akarnya, mereka yang membutuhkan kulit kayu mengambil kulitnya, mereka yang membutuhkan daun mengambil daunnya, mereka yang membutuhkan bunga mengambil bunganya, mereka yang membutuhkan buah mengambil buahnya.
an6.54:12.7 Namun karena hal itu, dewata tidak merasa tidak senang atau tidak gembira.
an6.54:12.8 Demikianlah, dewata, sebatang pohon berdiri dalam kewajibannya.’
an6.54:12.9 ‘Sesungguhnya aku tidak berdiri dalam kewajiban pohon ketika badai dahsyat datang, merobohkan tempat tinggalku, dan mencabutnya hingga ke akar-akarnya.’
an6.54:12.10 ‘Jika engkau, dewata, berdiri dalam kewajiban pohon, rumahmu mungkin akan seperti semula.’
an6.54:12.11 ‘Aku akan berdiri dalam kewajiban pohon, Tuan! Semoga rumahku menjadi seperti semula!’

