‹
AN 6.54

Dhammikasutta

Sutta tentang Dhammika

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.54

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini diawali dengan kisah seorang bhikkhu yang perilakunya membuatnya diusir dari banyak vihara. Mari kita simak bagaimana Buddha menanggapinya dan pelajaran apa yang diberikan melalui dua perumpamaan yang indah.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Dhammika, seorang bhikkhu yang tinggal di tanah kelahirannya, terbiasa mencaci dan mengusir para bhikkhu pendatang. Karena perilakunya itu, ia diusir dari ketujuh vihara oleh para umat awam setempat. Ia kemudian pergi menemui Buddha, yang menasihatinya dengan perumpamaan tentang burung penunjuk daratan dan pohon banyan raja, serta mengajarkan tentang kewajiban seorang petapa (samaṇadhamma) dan bahaya memiliki pikiran jahat terhadap sesama praktisi spiritual.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an6.54:12.1 Then Sakka went up to that deity, and said,

an6.54:12.2 ‘Why, god, are you standing to one side, miserable and sad, weeping, with a tearful face?’

an6.54:12.3 ‘Because, my good fellow, a violent storm came and felled and uprooted my home.’

an6.54:12.4 ‘Well, did you stand by your tree’s duty when the storm came?’

an6.54:12.5 ‘But my good fellow, how does a tree stand by its duty?’

an6.54:12.6 ‘It’s when those who need the tree’s roots, bark, leaves, flowers, or fruit take what they need.

an6.54:12.7 Yet the deity is not displeased or upset because of this.

an6.54:12.9 ‘I was not standing by a tree’s duty when the storm came and felled and uprooted my home.’

an6.54:12.10 ‘God, if you were to stand by a tree’s duty, your home may be as it was before.’

an6.54:12.11 ‘I will stand by a tree’s duty! May my home be as it was before!’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.