Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 6.53
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, Buddha menjawab pertanyaan seorang brahmana tentang satu hal yang paling penting. Simaklah bagaimana beliau menggunakan perumpamaan-perumpamaan sederhana untuk menunjukkan mengapa kewaspadaan dianggap sebagai kualitas yang utama.
Seorang brahmana bertanya kepada Buddha apakah ada satu hal yang jika dikembangkan dapat mengamankan kebaikan di kehidupan ini dan kehidupan mendatang. Buddha menjawab bahwa hal itu adalah kewaspadaan (appamāda), dan menjelaskannya melalui serangkaian perumpamaan yang menunjukkan bagaimana kewaspadaan menjadi landasan utama bagi segala kualitas baik. Brahmana itu kemudian menyatakan berlindung sebagai umat awam.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Katamo pana, bho gotama, eko dhammo bhāvito bahulīkato yo ubho atthe samadhiggayha tiṭṭhati—diṭṭhadhammikañceva atthaṁ, yo ca attho samparāyiko”ti?
“Tetapi apakah, Guru Gotama, satu hal yang, ketika dikembangkan dan dilatih, dapat mengamankan kedua manfaat—manfaat yang terlihat di kehidupan ini maupun manfaat yang berkaitan dengan kehidupan mendatang?”
“Appamādo kho, brāhmaṇa, eko dhammo bhāvito bahulīkato ubho atthe samadhiggayha tiṭṭhati—diṭṭhadhammikañceva atthaṁ, yo ca attho samparāyiko.
“Kewaspadaan, brahmana, adalah satu hal yang, ketika dikembangkan dan dilatih, dapat mengamankan kedua manfaat—manfaat yang terlihat di kehidupan ini maupun manfaat yang berkaitan dengan kehidupan mendatang.
“Diligence, brahmin, is one thing that, when developed and cultivated, secures benefits for both this life and lives to come.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.