an6.30:11.1 Appamāde pamuditā,
an6.30:11.2 nipakā sīlasaṁvutā;
an6.30:11.3 Te ve kālena paccenti,
an6.30:11.4 yattha dukkhaṁ nirujjhatī”ti.
an6.30:11.5 Dasamaṁ.
an6.30:11.6 Anuttariyavaggo tatiyo.
Yang Tak Tertandingi
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang benar-benar berharga dalam hidup. Perhatikan bagaimana Sang Buddha tidak merendahkan hal-hal duniawi sepenuhnya—Beliau mengakuinya—tetapi menunjukkan bahwa ada yang jauh lebih tinggi nilainya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan enam hal yang tak tertandingi (anuttariya): melihat, mendengar, memperoleh, berlatih, melayani, dan merenungkan. Beliau membandingkan setiap hal yang tak tertandingi dengan versi duniawinya yang rendah, lalu menunjukkan bahwa versi yang sesungguhnya tak tertandingi adalah yang berhubungan dengan Tathāgata atau siswa-siswanya, yang mengarah pada pemurnian batin dan realisasi Nibbāna.
an6.30:11.1 Appamāde pamuditā,
an6.30:11.2 nipakā sīlasaṁvutā;
an6.30:11.3 Te ve kālena paccenti,
an6.30:11.4 yattha dukkhaṁ nirujjhatī”ti.
an6.30:11.5 Dasamaṁ.
an6.30:11.6 Anuttariyavaggo tatiyo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.