an6.26:6.1 Selanjutnya, sahabat, seorang siswa mulia mengingat kedermawanannya sendiri:
an6.26:6.2 ‘Sungguh suatu perolehan bagiku, sungguh suatu keberuntungan bagiku…’
an6.26:6.3 Di antara orang-orang yang penuh noda kekikiran, aku berdiam di rumah dengan hati yang terbebas dari noda kekikiran, dermawan dengan bebas, berhati terbuka, senang melepaskan, berkomitmen pada kedermawanan, senang memberi dan berbagi.’
an6.26:6.4 Ketika, para sahabat, seorang siswa mulia mengingat kedermawanannya sendiri, pada saat itu pikirannya tidak dikuasai oleh nafsu, tidak dikuasai oleh kebencian, tidak dikuasai oleh delusi;
an6.26:6.5 pada saat itu pikirannya lurus, telah meninggalkan, terbebas, dan bangkit dari ketamakan.
an6.26:6.6 ‘Ketamakan,’ para sahabat, adalah sebutan untuk lima jenis kenikmatan indria.
an6.26:6.7 Siswa mulia itu, para sahabat, berdiam dengan pikiran yang bagaikan ruang angkasa, luas, agung, tanpa batas, tanpa permusuhan, tanpa niat jahat.
an6.26:6.8 Dengan menjadikan ini sebagai landasan, para sahabat, demikianlah sebagian makhluk mencapai kemurnian dalam hal-hal ini.

