‹
AN 6.25

Anussatiṭṭhānasutta

Khotbah tentang Landasan Perenungan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.25

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menawarkan praktik sederhana namun mendalam: mengingat kualitas-kualitas luhur untuk menenangkan batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci enam landasan perenungan ini dan bagaimana masing-masing dapat membawa pikiran pada kejernihan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan enam landasan perenungan (anussatiṭṭhāna) yang dapat digunakan oleh seorang siswa mulia untuk menenangkan pikiran dan memurnikan batin. Keenam landasan tersebut adalah merenungkan Buddha, Dhamma, Saṅgha, moralitas sendiri, kedermawanan sendiri, dan para dewa. Dengan merenungkan masing-masing landasan ini, pikiran terbebas sementara dari keserakahan, kebencian, dan delusi, sehingga makhluk dapat menjadi bersih.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.25:7.1

Yasmiṁ, bhikkhave, samaye ariyasāvako attano ca tāsañca devatānaṁ saddhañca sīlañca sutañca cāgañca paññañca anussarati nevassa tasmiṁ samaye rāgapariyuṭṭhitaṁ cittaṁ hoti, na dosapariyuṭṭhitaṁ cittaṁ hoti, na mohapariyuṭṭhitaṁ cittaṁ hoti;

Para bhikkhu, ketika seorang siswa mulia mengingat keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan dirinya sendiri serta para dewata itu, pada saat itu pikirannya tidak dikuasai oleh nafsu, tidak dikuasai oleh kebencian, tidak dikuasai oleh delusi;

When a noble disciple recollects the faith, ethics, learning, generosity, and wisdom of both themselves and the deities their mind is not full of greed, hate, and delusion.

an6.25:7.2

ujugatamevassa tasmiṁ samaye cittaṁ hoti, nikkhantaṁ muttaṁ vuṭṭhitaṁ gedhamhā.

Pada saat itu pikirannya menjadi lurus sempurna, telah meninggalkan, terbebas, dan bangkit melampaui kemelekatan.

At that time their mind is quite unswerving. They’ve left behind greed; they’re free of it and have risen above it.

an6.25:7.3

‘Gedho’ti kho, bhikkhave, pañcannetaṁ kāmaguṇānaṁ adhivacanaṁ.

Para bhikkhu, 'kemelekatan' adalah sebutan untuk lima jenis kenikmatan indria.

‘Greed’ is a term for the five kinds of sensual stimulation.

an6.25:7.4

Idampi kho, bhikkhave, ārammaṇaṁ karitvā evam’idhekacce sattā visujjhanti.

Dengan menjadikan ini sebagai landasan, para bhikkhu, sebagian makhluk menjadi bersih dengan cara ini.

Relying on this, some sentient beings are purified in this way.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.