an6.23:5.1 Bahagia, mereka telah mencapai tempat yang aman,
an6.23:5.2 tenang dalam kehidupan ini juga;
an6.23:5.3 Mereka telah melampaui segala permusuhan dan ketakutan,
an6.23:5.4 dan telah mengatasi segala penderitaan.”
an6.23:5.5 Ketiga.
Bahaya
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita memandang kenikmatan indria. Melalui enam perumpamaan yang kuat, Sang Buddha mengajak kita melihat lebih dalam apa yang sering kita anggap menyenangkan, dan bagaimana kemelekatan pada hal itu justru membawa penderitaan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan bahwa kenikmatan indria memiliki enam sebutan: bahaya, penderitaan, penyakit, bisul, belenggu, dan rawa. Ia menjelaskan mengapa sebutan-sebutan itu tepat, karena seseorang yang terikat pada nafsu indria tidak terbebas dari berbagai bahaya dan penderitaan, baik di kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Syair penutup menegaskan bahwa dengan melihat bahaya dalam kemelekatan, seseorang yang tidak melekat dapat terbebas dari kelahiran dan kematian, mencapai kedamaian sejati.
an6.23:5.1 Bahagia, mereka telah mencapai tempat yang aman,
an6.23:5.2 tenang dalam kehidupan ini juga;
an6.23:5.3 Mereka telah melampaui segala permusuhan dan ketakutan,
an6.23:5.4 dan telah mengatasi segala penderitaan.”
an6.23:5.5 Ketiga.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.