Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 6.20
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan kematian bukan dengan rasa takut, melainkan sebagai cermin untuk melihat kualitas batin kita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan perhatian pada kematian menjadi alat latihan yang hidup dan praktis.
Sang Buddha mengajarkan cara mengembangkan perhatian pada kematian agar membawa manfaat besar dan berpuncak pada tanpa-kematian. Seorang bhikkhu merenungkan banyaknya penyebab kematian, lalu memeriksa apakah masih ada kualitas buruk yang belum dilepaskan. Jika ada, ia harus berusaha keras melepaskannya; jika tidak, ia berdiam dengan gembira dan terus berlatih dalam kualitas baik.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an6.20:5.3 seekor ular mungkin menggigitku, atau kalajengking atau lipan mungkin menyengatku;
an6.20:5.4 dan jika aku mati karena itu, itu akan menjadi rintangan bagi kemajuanku.
an6.20:5.5 Atau aku mungkin tersandung dan jatuh dari tebing, atau makanan yang kumakan mungkin membuatku sakit, atau empeduku mungkin terganggu, atau lendirku mungkin terganggu, atau angin tajam di tubuhku mungkin terganggu;
an6.20:5.6 dan jika aku mati karena itu, itu akan menjadi rintangan bagi kemajuanku.’
an6.20:5.8 ‘Adakah kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil yang belum kulepaskan, yang dapat menjadi rintangan bagi kemajuanku jika aku mati hari ini?’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 6.20 · Khotbah tentang Perhatian pada Kematian (Ke Dua) | Tiga Keranjang