‹
AN 6.20

Dutiyamaraṇassatisutta

Khotbah tentang Perhatian pada Kematian (Ke Dua)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 6.20

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan kematian bukan dengan rasa takut, melainkan sebagai cermin untuk melihat kualitas batin kita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan perhatian pada kematian menjadi alat latihan yang hidup dan praktis.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengajarkan cara mengembangkan perhatian pada kematian agar membawa manfaat besar dan berpuncak pada tanpa-kematian. Seorang bhikkhu merenungkan banyaknya penyebab kematian, lalu memeriksa apakah masih ada kualitas buruk yang belum dilepaskan. Jika ada, ia harus berusaha keras melepaskannya; jika tidak, ia berdiam dengan gembira dan terus berlatih dalam kualitas baik.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an6.20:2.1 Di sini, para bhikkhu, ketika siang telah berlalu dan malam telah tiba, seorang bhikkhu merenungkan:

an6.20:2.2 ‘Ada banyak kondisi bagiku untuk mati—

an6.20:2.3 seekor ular mungkin menggigitku, atau seekor kalajengking atau kelabang mungkin menyengatku;

an6.20:2.4 karena itu aku bisa mati, dan itu akan menjadi rintangan bagiku.

an6.20:2.5 Atau aku mungkin tersandung dan jatuh dari tebing, atau makanan yang kumakan mungkin membuatku sakit, atau empeduku mungkin terganggu, atau dahakku mungkin terganggu, atau angin tajam di dalam tubuhku mungkin terganggu;

an6.20:2.6 karena itu aku bisa mati, dan itu akan menjadi rintangan bagiku.’

an6.20:2.7 Maka, para bhikkhu, bhikkhu itu harus merenungkan:

an6.20:2.8 ‘Adakah kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil yang belum kulepaskan, yang dapat menjadi rintangan bagiku jika aku mati malam ini?’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.