an6.20:8.1 Mindfulness of death, when developed and cultivated in this way, is very fruitful and beneficial. It has freedom from death as its objective and culmination.”
Khotbah tentang Perhatian pada Kematian (Ke Dua)
Sutta ini mengajak kita merenungkan kematian bukan dengan rasa takut, melainkan sebagai cermin untuk melihat kualitas batin kita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan perhatian pada kematian menjadi alat latihan yang hidup dan praktis.
Sang Buddha mengajarkan cara mengembangkan perhatian pada kematian agar membawa manfaat besar dan berpuncak pada tanpa-kematian. Seorang bhikkhu merenungkan banyaknya penyebab kematian, lalu memeriksa apakah masih ada kualitas buruk yang belum dilepaskan. Jika ada, ia harus berusaha keras melepaskannya; jika tidak, ia berdiam dengan gembira dan terus berlatih dalam kualitas baik.
an6.20:8.1 Mindfulness of death, when developed and cultivated in this way, is very fruitful and beneficial. It has freedom from death as its objective and culmination.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.