‹
AN 5.77

Paṭhamaanāgatabhayasutta

Paṭhamaanāgatabhayasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.77

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajak para bhikkhu untuk melihat kehidupan di hutan dengan jujur, termasuk risikonya. Mari kita simak bagaimana perenungan tentang bahaya justru menjadi bahan bakar semangat spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan lima bahaya masa depan yang mungkin dihadapi oleh seorang bhikkhu yang memilih hidup menyendiri di hutan. Bahaya-bahaya tersebut—seperti gigitan ular, kecelakaan, serangan binatang buas, perjumpaan dengan penjahat, dan makhluk halus—dijadikan sebagai perenungan untuk membangkitkan semangat dan ketekunan dalam mencapai tujuan spiritual yang belum tercapai.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an5.77:4.1 Puna caparaṁ, bhikkhave, āraññiko bhikkhu iti paṭisañcikkhati:

an5.77:4.2 ‘ahaṁ kho etarahi ekako araññe viharāmi.

an5.77:4.3 Ekako kho panāhaṁ araññe viharanto

an5.77:4.4 vāḷehi samāgaccheyyaṁ, sīhena vā byagghena vā dīpinā vā acchena vā taracchena vā, te maṁ jīvitā voropeyyuṁ,

an5.77:4.5 tena me assa kālaṅkiriyā, so mamassa antarāyo;

an5.77:4.6 handāhaṁ vīriyaṁ ārabhāmi appattassa pattiyā anadhigatassa adhigamāya asacchikatassa sacchikiriyāyā’ti.

an5.77:4.7 Idaṁ, bhikkhave, tatiyaṁ anāgatabhayaṁ sampassamānena alameva āraññikena bhikkhunā appamattena ātāpinā pahitattena viharituṁ appattassa pattiyā anadhigatassa adhigamāya asacchikatassa sacchikiriyāya.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.