an5.74:4.1 Puna caparaṁ, bhikkhu, bhikkhu yathāsutaṁ yathāpariyattaṁ dhammaṁ vitthārena sajjhāyaṁ karoti, uttari cassa paññāya atthaṁ nappajānāti.
an5.74:4.2 Ayaṁ vuccati, bhikkhu: ‘bhikkhu sajjhāyabahulo, no dhammavihārī’.
Dutiyadhammavihārīsutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan perbedaan antara aktivitas intelektual dan pemahaman mendalam. Mari kita simak bagaimana Buddha menjelaskan kriteria sejati menjadi 'penghuni Dhamma'.
Seorang bhikkhu bertanya kepada Buddha tentang makna sebenarnya dari 'penghuni Dhamma' (dhammavihārī). Buddha menjelaskan bahwa sekadar mempelajari, mengajarkan, melafalkan, atau merenungkan Dhamma tanpa memahami makna mendalamnya tidak cukup; seorang penghuni Dhamma sejati adalah yang memahami makna dengan kebijaksanaan. Sutta ditutup dengan ajakan untuk berlatih meditasi dengan tekun.
an5.74:4.1 Puna caparaṁ, bhikkhu, bhikkhu yathāsutaṁ yathāpariyattaṁ dhammaṁ vitthārena sajjhāyaṁ karoti, uttari cassa paññāya atthaṁ nappajānāti.
an5.74:4.2 Ayaṁ vuccati, bhikkhu: ‘bhikkhu sajjhāyabahulo, no dhammavihārī’.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.