Ahañce taṁ jiguccheyyaṁ,
Jika aku merasa jijik
If I were to be disgusted
Sutta tentang Hal-Hal yang Perlu Direnungkan Secara Teratur
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan hal-hal yang seringkali kita hindari: usia tua, sakit, kematian, perpisahan, dan tanggung jawab atas perbuatan sendiri. Alih-alih membuat kita takut, perenungan ini justru dimaksudkan sebagai alat untuk melonggarkan cengkeraman keangkuhan dan kemelekatan, membuka ruang bagi kebijaksanaan dan kehidupan yang lebih otentik.
Sutta ini berisi ajaran Buddha tentang lima hal yang sebaiknya sering direnungkan oleh setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki, baik yang berumah tangga maupun yang telah meninggalkan keduniawian. Kelima hal tersebut adalah: renta terhadap penuaan, renta terhadap penyakit, renta terhadap kematian, harus berpisah dari yang dicintai, dan menjadi pewaris perbuatan sendiri. Buddha menjelaskan manfaat dari setiap perenungan ini, terutama untuk meredakan keangkuhan dan nafsu yang dapat menyebabkan perbuatan buruk, serta bagaimana perenungan ini dapat menuntun pada munculnya jalan menuju kebebasan dari belenggu dan kecenderungan tersembunyi.
Ahañce taṁ jiguccheyyaṁ,
Jika aku merasa jijik
If I were to be disgusted
evaṁ dhammesu pāṇisu;
terhadap makhluk yang demikian sifatnya,
with creatures whose nature is such,
Na metaṁ patirūpassa,
itu tidaklah pantas bagiku,
it would not be appropriate for me,
mama evaṁ vihārino.
karena hidupku juga demikian.
since my life is just the same.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.