Pañcime, bhikkhave, samayā padhānāya.
Para bhikkhu, ada lima waktu yang baik untuk berusaha.
There are five times that are good for meditation.
Khotbah tentang Waktu yang Baik untuk Meditasi
Sutta ini menyajikan sebuah daftar sederhana namun mendalam tentang kondisi-kondisi yang mempengaruhi kehidupan seorang praktisi. Saat membacanya, perhatikan bagaimana Sang Buddha merangkai kondisi eksternal dan internal, serta bagaimana hal itu dapat menjadi bahan refleksi tentang dukungan yang kita miliki dalam kehidupan kita sendiri.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima kondisi yang tidak menguntungkan untuk berusaha dalam meditasi, seperti usia tua, sakit, kelaparan, bahaya, dan perpecahan dalam Saṅgha. Beliau kemudian menguraikan lima kondisi yang sebaliknya, yaitu masa muda, kesehatan, makanan berlimpah, keharmonisan, dan kerukunan dalam Saṅgha, sebagai waktu yang baik untuk berusaha. Ajaran ini menekankan pentingnya kondisi eksternal dan internal yang mendukung praktik spiritual.
Pañcime, bhikkhave, samayā padhānāya.
Para bhikkhu, ada lima waktu yang baik untuk berusaha.
There are five times that are good for meditation.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Idha, bhikkhave, bhikkhu daharo hoti yuvā susu kāḷakeso bhadrena yobbanena samannāgato paṭhamena vayasā.
Para bhikkhu, pertama, seorang bhikkhu adalah muda, masih belia, berambut hitam pekat, dianugerahi kemudaan, berada dalam masa kehidupan yang pertama.
Firstly, a mendicant is a youth, young, with pristine black hair, blessed with youth, in the prime of life.
Ayaṁ, bhikkhave, paṭhamo samayo padhānāya.
Ini, para bhikkhu, adalah waktu pertama yang baik untuk berusaha.
This is the first time that’s good for meditation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.