‹
AN 5.49

Kosalasutta

Khotbah tentang Raja Kosala

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.49

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita menyaksikan momen duka yang sangat manusiawi. Sang Buddha tidak menampik kesedihan Raja Pasenadi, tetapi mengarahkannya pada pemahaman yang lebih dalam tentang hukum alam dan kamma. Mari kita simak bagaimana Beliau menghibur raja dengan kebijaksanaan yang abadi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Pasenadi dari Kosala berduka atas meninggalnya Ratu Mallikā. Sang Buddha menghiburnya dengan mengajarkan bahwa ada lima hal yang tidak dapat diperoleh oleh siapa pun di dunia ini: tidak menjadi tua bagi yang rentan tua, tidak sakit bagi yang rentan sakit, tidak mati bagi yang rentan mati, tidak hancur bagi yang rentan hancur, dan tidak lenyap bagi yang rentan lenyap. Beliau menekankan bahwa ratapan dan tangisan tidak membawa manfaat, dan bahwa perbuatan (kamma) memiliki kekuatan yang tak dapat dielakkan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an5.49:2.1 Pada saat itu, Ratu Mallikā telah meninggal dunia.

an5.49:2.2 Kemudian seorang pria mendatangi Raja Pasenadi dari Kosala dan membisikkan ke telinganya:

an5.49:2.3 “Baginda, Ratu Mallikā telah meninggal dunia.”

an5.49:2.4 Ketika mendengar hal itu, Raja Pasenadi merasa sedih dan berduka. Ia duduk dengan bahu terkulai, wajah tertunduk, termenung, dan tidak mampu berkata-kata.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.