an5.49:1.1 Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī, di Hutan Jeta, vihara Anāthapiṇḍika.
an5.49:1.2 Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat, dan duduk di satu sisi.
Khotbah tentang Raja Kosala
Dalam sutta ini, kita menyaksikan momen duka yang sangat manusiawi. Sang Buddha tidak menampik kesedihan Raja Pasenadi, tetapi mengarahkannya pada pemahaman yang lebih dalam tentang hukum alam dan kamma. Mari kita simak bagaimana Beliau menghibur raja dengan kebijaksanaan yang abadi.
Raja Pasenadi dari Kosala berduka atas meninggalnya Ratu Mallikā. Sang Buddha menghiburnya dengan mengajarkan bahwa ada lima hal yang tidak dapat diperoleh oleh siapa pun di dunia ini: tidak menjadi tua bagi yang rentan tua, tidak sakit bagi yang rentan sakit, tidak mati bagi yang rentan mati, tidak hancur bagi yang rentan hancur, dan tidak lenyap bagi yang rentan lenyap. Beliau menekankan bahwa ratapan dan tangisan tidak membawa manfaat, dan bahwa perbuatan (kamma) memiliki kekuatan yang tak dapat dielakkan.
an5.49:1.1 Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī, di Hutan Jeta, vihara Anāthapiṇḍika.
an5.49:1.2 Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat, dan duduk di satu sisi.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.