Katamañca, bhikkhave, sīladhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan moralitas itu?
And what is the wealth of ethics?
Kekayaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali makna kekayaan. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima harta batin yang tak ternilai ini.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima jenis kekayaan sejati yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: kekayaan keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Setiap jenis kekayaan diuraikan secara ringkas, menekankan bahwa kekayaan batiniah ini adalah milik yang tidak dapat dirampas dan menjadi landasan kehidupan yang bermakna.
Katamañca, bhikkhave, sīladhanaṁ?
Dan apakah, para bhikkhu, kekayaan moralitas itu?
And what is the wealth of ethics?
Idha, bhikkhave, ariyasāvako pāṇātipātā paṭivirato hoti …pe… surāmerayamajjapamādaṭṭhānā paṭivirato hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia menghindari pembunuhan makhluk hidup … menghindari minuman keras, anggur, dan minuman memabukkan yang menjadi penyebab kelengahan.
It’s when a noble disciple doesn’t kill living creatures, steal, commit sexual misconduct, lie, or consume intoxicants of beer, wine, and liquor.
Idaṁ vuccati, bhikkhave, sīladhanaṁ.
Ini, para bhikkhu, disebut kekayaan moralitas.
This is called the wealth of ethics.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.