an5.47:9.1 Oleh karena itu, orang bijaksana hendaknya mengabdikan diri
an5.47:9.2 pada keyakinan, perilaku etis,
an5.47:9.3 keyakinan pada Saṅgha, dan pandangan terang terhadap Dhamma,
an5.47:9.4 mengingat ajaran para Buddha.”
an5.47:9.5 Ketujuh.
Kekayaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan kembali makna kekayaan. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima harta batin yang tak ternilai ini.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima jenis kekayaan sejati yang dimiliki oleh seorang siswa mulia: kekayaan keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Setiap jenis kekayaan diuraikan secara ringkas, menekankan bahwa kekayaan batiniah ini adalah milik yang tidak dapat dirampas dan menjadi landasan kehidupan yang bermakna.
an5.47:9.1 Oleh karena itu, orang bijaksana hendaknya mengabdikan diri
an5.47:9.2 pada keyakinan, perilaku etis,
an5.47:9.3 keyakinan pada Saṅgha, dan pandangan terang terhadap Dhamma,
an5.47:9.4 mengingat ajaran para Buddha.”
an5.47:9.5 Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.