Bhuttā bhogā bhatā bhaccā,
‘Telah kunikmati kekayaan, telah kusokong mereka yang bergantung padaku;
‘I’ve enjoyed my wealth, <j>supporting those who depend on me;
Menjadi Kaya
Sutta ini adalah wejangan langsung Sang Buddha kepada seorang perumah tangga kaya tentang bagaimana menggunakan kekayaan secara bijaksana. Mari kita simak kelima cara yang diajarkan, dan bagaimana cara-cara ini membawa ketenangan batin baik di saat kekayaan menipis maupun melimpah.
Sang Buddha menjelaskan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika tentang lima cara memperoleh kekayaan yang benar: membahagiakan diri sendiri dan keluarga, teman dan kolega, melindungi dari kerugian, melakukan lima persembahan, serta memberikan dukungan kepada para petapa dan brahmana. Jika kekayaan diperoleh dengan cara-cara ini, baik ketika habis maupun bertambah, seseorang tidak akan menyesal. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan bahwa orang bijaksana yang hidup berumah tangga dan menggunakan kekayaannya dengan benar akan dipuji di dunia ini dan bergembira di surga.
Bhuttā bhogā bhatā bhaccā,
‘Telah kunikmati kekayaan, telah kusokong mereka yang bergantung padaku;
‘I’ve enjoyed my wealth, <j>supporting those who depend on me;
vitiṇṇā āpadāsu me;
Aku telah mengatasi segala kemalangan;
I’ve overcome losses;
Uddhaggā dakkhiṇā dinnā,
Aku telah memberikan persembahan keagamaan yang luhur;
I’ve given uplifting religious donations;
atho pañcabalīkatā;
dan telah melakukan lima persembahan roh;
and made the five spirit-offerings.
Upaṭṭhitā sīlavanto,
Aku telah merawat mereka yang bermoral dan
I have looked after the ethical and
saññatā brahmacārayo.
para praktisi spiritual yang terkendali dan suci.
disciplined spiritual practitioners.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.