Ovādakārī bhataposī,
Mengikuti nasihat mereka, merawat yang telah membesarkan mereka,
Following their advice, <j>looking after those who raised them,
Sutta tentang Anak
Sutta ini mengajak kita merenungkan hubungan orang tua dan anak dari sudut pandang kebijaksanaan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjelaskan alasan orang tua menginginkan anak, dan apa yang membuat seorang anak layak dipuji.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan lima alasan mengapa orang tua menginginkan kelahiran seorang anak dalam keluarga. Alasan-alasan tersebut mencakup harapan akan perawatan di hari tua, bantuan dalam tugas, kelangsungan tradisi keluarga, pengelolaan warisan, dan persembahan setelah orang tua meninggal. Sutta kemudian menekankan bahwa anak yang baik, yang berbakti dan bersyukur, akan merawat orang tuanya dan melanjutkan tradisi keluarga, sehingga layak dipuji.
Ovādakārī bhataposī,
Mengikuti nasihat mereka, merawat yang telah membesarkan mereka,
Following their advice, <j>looking after those who raised them,
kulavaṁsaṁ ahāpayaṁ;
Tradisi keluarga tidaklah hilang;
the family customs are not lost.
Saddho sīlena sampanno,
Penuh keyakinan, sempurna dalam moralitas,
Faithful, accomplished in ethics,
putto hoti pasaṁsiyo”ti.
Anak seperti itu layak dipuji.”
such a child is praiseworthy.”
Navamaṁ.
Yang Kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.