an5.2:3.1 Dan apakah, para bhikkhu, kekuatan rasa malu?
Rincian
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas-kualitas batin yang menopang perjalanan spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci lima kekuatan yang menjadi penopang seorang pelatih, dan renungkan bagaimana kita dapat mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan secara terperinci lima kekuatan yang dimiliki oleh seorang pelatih (sekha), yaitu kekuatan keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, usaha, dan kebijaksanaan. Beliau menguraikan masing-masing kekuatan dengan definisi yang jelas, kemudian mendorong para bhikkhu untuk melatih diri agar memiliki kelima kekuatan tersebut.
an5.2:3.1 Dan apakah, para bhikkhu, kekuatan rasa malu?
an5.2:3.2 Di sini, para bhikkhu, seorang siswa mulia memiliki rasa malu; ia merasa malu atas perbuatan buruk melalui jasmani, ucapan, dan pikiran; ia merasa malu atas tercapainya kualitas-kualitas buruk dan tidak terampil.
an5.2:3.3 Ini, para bhikkhu, disebut kekuatan rasa malu.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.