‹
AN 5.28

Pañcaṅgikasutta

Khotbah dengan Lima Faktor

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.28

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana konsentrasi yang matang bukan sekadar ketenangan pikiran, melainkan pengalaman yang meresapi seluruh tubuh dan membuka potensi batin yang luar biasa. Perhatikan bagaimana setiap tahap jhāna digambarkan dengan perumpamaan yang berbeda, dan bagaimana faktor kelima menjadi kunci yang membuat semua kemampuan itu dapat diakses.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu tentang pengembangan konsentrasi benar mulia yang memiliki lima faktor. Ajaran ini diuraikan melalui pencapaian empat jhāna, masing-masing dengan perumpamaan yang menggambarkan tubuh yang sepenuhnya dipenuhi oleh kualitas batin tertentu, diikuti dengan faktor kelima yaitu penguasaan objek perenungan. Setelah kelima faktor ini dikembangkan, seorang bhikkhu menjadi mampu mengarahkan pikirannya untuk merealisasikan berbagai pengetahuan langsung (abhiññā), mulai dari kekuatan batin hingga kebebasan sejati dari kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.28:5.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu sukhassa ca pahānā …pe… catutthaṁ jhānaṁ upasampajja viharati.

Selanjutnya, para bhikkhu, dengan meninggalkan kenikmatan dan kesakitan, serta lenyapnya kegembiraan dan kesedihan sebelumnya, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam jhāna keempat. Ia berdiam tanpa kenikmatan maupun kesakitan, dengan keseimbangan dan perhatian yang murni.

Furthermore, with the giving up of pleasure and pain and the disappearance of former happiness and sadness, a mendicant enters and remains in the fourth absorption. It is without pleasure or pain, with pure equanimity and mindfulness.

an5.28:5.2

So imameva kāyaṁ parisuddhena cetasā pariyodātena pharitvā nisinno hoti;

Ia duduk meliputi tubuhnya dengan pikiran yang murni dan jernih.

They sit spreading their body through with pure bright mind.

an5.28:5.3

nāssa kiñci sabbāvato kāyassa parisuddhena cetasā pariyodātena apphuṭaṁ hoti.

Tidak ada bagian tubuhnya yang tidak diliputi oleh pikiran yang murni dan jernih.

There’s no part of the body that’s not spread with pure bright mind.

an5.28:5.4

Seyyathāpi, bhikkhave, puriso odātena vatthena sasīsaṁ pārupitvā nisinno assa;

Seperti halnya, para bhikkhu, seseorang duduk dengan menyelimuti dirinya dari kepala hingga kaki dengan kain putih.

It’s like someone sitting wrapped from head to foot with white cloth.

an5.28:5.5

nāssa kiñci sabbāvato kāyassa odātena vatthena apphuṭaṁ assa.

Tidak ada bagian tubuhnya yang tidak tertutup oleh kain putih.

There’s no part of the body that’s not spread over with white cloth.

an5.28:5.6

Evamevaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu imameva kāyaṁ parisuddhena cetasā pariyodātena pharitvā nisinno hoti;

Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu duduk meliputi tubuhnya dengan pikiran yang murni dan jernih.

In the same way, they sit spreading their body through with pure bright mind.

an5.28:5.7

nāssa kiñci sabbāvato kāyassa parisuddhena cetasā pariyodātena apphuṭaṁ hoti.

Tidak ada bagian tubuhnya yang tidak diliputi oleh pikiran yang murni dan jernih.

There’s no part of the body that’s not spread with pure bright mind.

an5.28:5.8

Ariyassa, bhikkhave, pañcaṅgikassa sammāsamādhissa ayaṁ catutthā bhāvanā.

Para bhikkhu, inilah pengembangan keempat dari konsentrasi benar mulia yang memiliki lima faktor.

This is the fourth way to develop noble right immersion with five factors.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.