‹
AN 5.257-263

Dutiyajhānasuttādisattaka

Tujuh Sutta tentang Jhāna Kedua, dan Seterusnya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.257-263

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterikatan egois pada hal-hal kecil seperti tempat tinggal atau pujian dapat menghambat kemajuan batin. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang lima kekikiran yang perlu dilepaskan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa ada lima bentuk kekikiran yang harus ditinggalkan untuk mencapai pencapaian spiritual, mulai dari jhāna kedua hingga realisasi Arahat. Kelima kekikiran itu adalah kekikiran terhadap tempat tinggal, keluarga pendukung, perolehan materi, pujian, dan ajaran. Tanpa meninggalkannya, seseorang tidak mampu mencapai tingkatan-tingkatan tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.257-263:2.1

Pañcime, bhikkhave, dhamme pahāya bhabbo dutiyaṁ jhānaṁ …pe… bhabbo tatiyaṁ jhānaṁ … bhabbo catutthaṁ jhānaṁ … bhabbo sotāpattiphalaṁ … bhabbo sakadāgāmiphalaṁ … bhabbo anāgāmiphalaṁ … bhabbo arahattaṁ sacchikātuṁ.

“Para bhikkhu, setelah meninggalkan kelima kualitas ini, seseorang mampu masuk dan berdiam dalam jhāna kedua … mampu masuk dan berdiam dalam jhāna ketiga … mampu masuk dan berdiam dalam jhāna keempat … mampu merealisasi buah kesucian pemasuk-arus … mampu merealisasi buah kesucian yang-kembali-sekali … mampu merealisasi buah kesucian yang-tidak-kembali … mampu merealisasi kesempurnaan (ke-Arahat-an).

But after giving up these five qualities you can enter and remain in the second absorption … third absorption … fourth absorption … and realize the fruit of stream-entry … the fruit of once-return … the fruit of non-return … perfection.

an5.257-263:2.3

Āvāsamacchariyaṁ, kulamacchariyaṁ, lābhamacchariyaṁ, vaṇṇamacchariyaṁ, dhammamacchariyaṁ.

Kekikiran terhadap tempat tinggal, kekikiran terhadap keluarga (umat pendukung), kekikiran terhadap perolehan (material), kekikiran terhadap pujian, dan kekikiran terhadap Dhamma.

Stinginess with dwellings, families, material things, praise, and the teachings.

an5.257-263:2.4

Ime kho, bhikkhave, pañca dhamme pahāya bhabbo arahattaṁ sacchikātun”ti.

Para bhikkhu, setelah meninggalkan kelima kualitas ini, seseorang mampu merealisasi kesempurnaan (ke-Arahat-an).”

After giving up these five qualities you can realize perfection.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.