‹
AN 5.256

Paṭhamajhānasutta

Sutta Jhāna Pertama

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.256

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterikatan halus pada hal-hal kecil—bahkan yang tampak wajar—dapat menghambat pencapaian batin yang dalam. Mari kita simak penjelasan singkat namun padat ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa untuk mencapai jhāna pertama, seorang bhikkhu harus meninggalkan lima bentuk kekikiran: kekikiran terhadap tempat tinggal, keluarga, perolehan materi, pujian, dan ajaran. Tanpa melepaskan kelima hal ini, pencapaian jhāna pertama tidak mungkin terjadi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.256:2.1

Pañcime, bhikkhave, dhamme pahāya bhabbo paṭhamaṁ jhānaṁ upasampajja viharituṁ.

Tetapi, para bhikkhu, setelah meninggalkan kelima kualitas ini, seseorang mampu masuk dan berdiam dalam jhāna pertama.

But after giving up these five qualities you can enter and remain in the first absorption.

an5.256:2.3

Āvāsamacchariyaṁ, kulamacchariyaṁ, lābhamacchariyaṁ, vaṇṇamacchariyaṁ, dhammamacchariyaṁ.

Kekikiran terhadap tempat tinggal, kekikiran terhadap keluarga, kekikiran terhadap perolehan, kekikiran terhadap pujian, dan kekikiran terhadap ajaran.

Stinginess with dwellings, families, material things, praise, and the teachings.

an5.256:2.4

Ime kho, bhikkhave, pañca dhamme pahāya bhabbo paṭhamaṁ jhānaṁ upasampajja viharitun”ti.

Setelah meninggalkan kelima kualitas ini, para bhikkhu, seseorang mampu masuk dan berdiam dalam jhāna pertama.”

After giving up these five qualities you can enter and remain in the first absorption.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.