an5.24:2.1 Seorang yang bermoral, para bhikkhu, yang moralitasnya sempurna, telah memenuhi kondisi penting bagi sammā-samādhi.
an5.24:2.2 Ketika sammā-samādhi ada, seorang yang sempurna dalam sammā-samādhi telah memenuhi kondisi penting bagi pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan.
an5.24:2.3 Ketika pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan ada, seorang yang sempurna dalam pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan telah memenuhi kondisi penting bagi kejijikan dan kebosanan.
an5.24:2.4 Ketika kejijikan dan kebosanan ada, seorang yang sempurna dalam kejijikan dan kebosanan telah memenuhi kondisi penting bagi pengetahuan dan penglihatan tentang kebebasan.
an5.24:2.5 Seperti halnya, para bhikkhu, sebatang pohon yang lengkap dengan cabang dan dedaunan. Kulit kayunya, kulit batangnya, kayu lunaknya, dan kayu terasnya akan tumbuh dengan sempurna.
an5.24:2.6 Demikian pula, para bhikkhu, seorang yang bermoral, yang moralitasnya sempurna, telah memenuhi kondisi penting bagi sammā-samādhi.
an5.24:2.7 Ketika sammā-samādhi ada, seorang yang sempurna dalam sammā-samādhi telah memenuhi kondisi penting bagi pengetahuan dan penglihatan sesuai kenyataan.
an5.24:2.8 Ketika terdapat pengetahuan dan penglihatan sesuai realitas, bagi seseorang yang telah memenuhi pengetahuan dan penglihatan sesuai realitas, maka kejijikan dan kebosanan (nibbidāvirāga) telah memenuhi kondisi vitalnya.
an5.24:2.9 Ketika terdapat kejijikan dan kebosanan, bagi seseorang yang telah memenuhi kejijikan dan kebosanan, maka pengetahuan dan penglihatan kebebasan (vimuttiñāṇadassana) telah memenuhi kondisi vitalnya."
an5.24:2.10 Keempat.
