“Pañcime, bhikkhave, ādīnavā atinivāse.
“Para bhikkhu, ada lima bahaya dari tinggal terlalu lama.
“Mendicants, there are these five drawbacks of overstaying.
Sutta Tentang Kekikiran
Sutta pendek ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterikatan pada tempat dan hal-hal di sekitarnya dapat memunculkan sikap kikir. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat apakah kita bisa menemukan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu lima bahaya yang timbul dari tinggal terlalu lama di satu tempat, yaitu menjadi kikir terhadap tempat tinggal, keluarga, perolehan, pujian, dan Dhamma. Sebaliknya, tinggal dalam waktu yang wajar membawa lima manfaat, yaitu tidak kikir terhadap hal-hal tersebut. Sutta ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan monastik.
“Pañcime, bhikkhave, ādīnavā atinivāse.
“Para bhikkhu, ada lima bahaya dari tinggal terlalu lama.
“Mendicants, there are these five drawbacks of overstaying.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Āvāsamaccharī hoti, kulamaccharī hoti, lābhamaccharī hoti, vaṇṇamaccharī hoti, dhammamaccharī hoti.
Ia menjadi kikir terhadap tempat tinggal, kikir terhadap keluarga, kikir terhadap perolehan, kikir terhadap pujian, dan kikir terhadap Dhamma.
You become stingy with dwellings, families, material things, praise, and the teaching.
Ime kho, bhikkhave, pañca ādīnavā atinivāse.
Ini, para bhikkhu, adalah lima bahaya dari tinggal terlalu lama.
These are the five drawbacks of overstaying.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.