‹
AN 5.191

Soṇasutta

Soṇa Sutta: Anjing

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.191

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perbandingan yang tajam dan ironis antara perilaku para brahmana dan anjing. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan lima prinsip kuno yang telah ditinggalkan oleh para brahmana namun masih terlihat pada anjing.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu tentang lima prinsip kuno para brahmana yang pada masa kini justru lebih tampak pada anjing daripada pada para brahmana. Prinsip-prinsip itu mencakup kesetiaan pada pasangan sebangsa, menghormati masa subur, tidak memperjualbelikan perempuan, tidak menimbun harta, dan hidup sederhana dengan mencari makanan. Sutta ini merupakan kritik sosial yang tajam terhadap kemunduran moral para brahmana pada masa itu.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.191:4.1

Pubbe sudaṁ, bhikkhave, brāhmaṇā na sannidhiṁ karonti dhanassapi dhaññassapi rajatassapi jātarūpassapi.

Pada masa lampau, para bhikkhu, para brahmana tidak menyimpan harta, baik berupa uang, biji-bijian, perak, maupun emas.

In the past brahmins did not store up money, grain, silver, or gold.

an5.191:4.2

Etarahi, bhikkhave, brāhmaṇā sannidhiṁ karonti dhanassapi dhaññassapi rajatassapi jātarūpassapi.

Pada masa kini, para bhikkhu, para brahmana menyimpan harta, baik berupa uang, biji-bijian, perak, maupun emas.

These days brahmins do store up money, grain, silver, and gold.

an5.191:4.3

Etarahi, bhikkhave, sunakhā na sannidhiṁ karonti dhanassapi dhaññassapi rajatassapi jātarūpassapi.

Tetapi pada masa kini, para bhikkhu, anjing-anjing tidak menyimpan harta, baik berupa uang, biji-bijian, perak, maupun emas.

But these days hounds don’t store up money, grain, silver, or gold.

an5.191:4.4

Ayaṁ, bhikkhave, catuttho porāṇo brāhmaṇadhammo etarahi sunakhesu sandissati, no brāhmaṇesu.

Para bhikkhu, inilah prinsip kuno keempat para brahmana yang dewasa ini tampak pada anjing-anjing, bukan pada para brahmana.

This is the fourth ancient principle of the brahmins exhibited these days among hounds, but not among brahmins.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.