“Pañcahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato upāsako sārajjaṁ okkanto hoti.
"Para bhikkhu, seorang umat awam yang memiliki lima kualitas akan diliputi ketakutan.
“A lay follower with five qualities is overcome by timidity.
Sutta tentang Ketakutan
Sutta ini sangat singkat namun padat, mengajak kita merenungkan bagaimana perilaku sehari-hari memengaruhi batin kita. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat bagaimana kelima hal ini berhubungan dengan rasa aman atau cemas dalam diri.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima kualitas yang membuat seorang umat awam diliputi ketakutan (sārajja) dan lima kualitas yang membuatnya percaya diri (visārada). Kualitas yang dimaksud adalah menghindari atau melakukan lima sila dasar: membunuh, mencuri, berbuat salah dalam hal seksual, berbohong, dan mengonsumsi minuman keras.
“Pañcahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato upāsako sārajjaṁ okkanto hoti.
"Para bhikkhu, seorang umat awam yang memiliki lima kualitas akan diliputi ketakutan.
“A lay follower with five qualities is overcome by timidity.
Katamehi pañcahi?
Apakah lima itu?
What five?
Pāṇātipātī hoti, adinnādāyī hoti, kāmesumicchācārī hoti, musāvādī hoti, surāmerayamajjapamādaṭṭhāyī hoti.
Ia membunuh makhluk hidup, mengambil apa yang tidak diberikan, berperilaku salah dalam hal kenikmatan indra, berbohong, dan mengonsumsi minuman keras, anggur, dan minuman memabukkan yang menjadi penyebab kelengahan.
They kill living creatures, steal, commit sexual misconduct, lie, and consume intoxicants of beer, wine, and liquor.
Imehi kho, bhikkhave, pañcahi dhammehi samannāgato upāsako sārajjaṁ okkanto hoti.
Para bhikkhu, seorang umat awam yang memiliki lima kualitas ini akan diliputi ketakutan.
A lay follower with these five qualities is overcome by timidity.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.