Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
Sutta tentang Ketakutan
Sutta ini sangat singkat namun padat, mengajak kita merenungkan bagaimana perilaku sehari-hari memengaruhi batin kita. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat bagaimana kelima hal ini berhubungan dengan rasa aman atau cemas dalam diri.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima kualitas yang membuat seorang umat awam diliputi ketakutan (sārajja) dan lima kualitas yang membuatnya percaya diri (visārada). Kualitas yang dimaksud adalah menghindari atau melakukan lima sila dasar: membunuh, mencuri, berbuat salah dalam hal seksual, berbohong, dan mengonsumsi minuman keras.
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah telah kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, vihara Anāthapiṇḍika.
At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:
Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
There the Buddha addressed the mendicants,
“bhikkhavo”ti.
"Para bhikkhu!"
“Mendicants!”
“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
"Yang Mulia," jawab para bhikkhu itu kepada Sang Bhagavā.
“Venerable sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.